5 Alasan Mengapa Harus Berbisnis Di Usia Muda

5 Alasan Mengapa Harus Berbisnis Di Usia Muda

Tapi bisa dimulai dengan uang yang “sesuai dengan penghasilan kita”. Artinya, sekali lagi, bila kelompok penduduk muda yang sangat besar ini kurang berkualitas baik pendidikan maupun pekerjaannya, maka alih-alih menjadi harapan, malah akan menjadi beban bagi Indonesia. Untuk sukses, cukup yakin dan usaha, maka Tuhan akan menuntunya dengan jalan yang tak terduga.

Terutama kemampuan yang terkait langsung dengan pekerjaan dan tugas Anda. Seperti pepatah hemat pangkal kaya, kurangi atau berhenti menghambur-hamburkan uang untuk berbelanja yang tidak perlu. Tentu setiap orang memiliki normal boros yang berbeda-beda tetapi yang jelas membayar sesuatu yang tak perlu itu identik dengan boros. Oleh karena itu, hentikan kebiasaan semacam itu dan mulailah berhemat. Apalagi kalau kamu berencana kredit mobil di usia 20-an, tentu sebagian besar budget kamu harus kamu alokasikan untuk DPnya, membayar cicilan kredit dan lain-lain. Ia mengatakan penyebab meningkatnya tingkat pengangguran muda dan berpendidikan tinggi adalah karena jumlah penduduk lulusan SMA, SMK sampai perguruan tinggi banyak.

Bekerja di usia muda

Terbentuk menjadi pribadi yang mandiri, kamu bukan lagi sosok anak manja saat berkarier di usia remaja. Kamu akan terbiasa mengurus diri sendiri, bahkan bisa saja menjadi mandiri secara finansial. Berbagai aktifitas yang padat namun tidak bermanfaat selalu identik dengan kehidupan remaja, terutama yang tinggal di kawasan perkotaan. Hindari hal ini dengan berkarier sejak remaja, di mana kamu bisa menjalani hidup dengan lebih teratur karena harus membagi waktu kerja dengan waktu pribadi.

Sisi negatif lain saat kalian memaksa diri untuk bekerja multitasking yaitu kemampuan otak dalam menyimpan memori akan turun drastis. Apa pun jenis bisnisnya, butuh inovasi produk supaya tidak mudah ditiru oleh orang lain. Menerapkan sistem inovasi secara berkelanjutan akan membantu bisnis berkembang dan mampu bersaing dengan kompetitor. Sistem ini akan membuat kamu susah dikejar oleh para peniru. Sayangnya nggak semua bisa merealisasikan ide yang mereka punya. Sebagai calon pengusaha muda, kamu harus menjadi orang yang proaktif dengan mencoba merealisasikan ide yang ada.

Karena pekerja muda memiliki cara berbeda dalam menyerap informasi, gunakan berbagai metode berbeda dan tidak membosankan dalam pelatihan K3. Misalnya, mengombinasikan materi pelatihan berupa instruksi tertulis, video, dan konsultasi individu atau bisa juga pelatihan berbasis internet. Bahkan jika pekerja muda sedang melaksanakan pekerjaan mudah pun, tetap awasi mereka. Hindari menjejali pekerja muda Anda dengan banyak informasi secara terus menerus. Hal ini bisa membuat mereka kelelahan dalam menyerap informasi, sehingga berpotensi mengakibatkan stres.

Kamu akan terbiasa menyisihkan penghasilan dan tidak mudah tergoda untuk menghabiskannya dalam jangka waktu singkat. Walau di saat muda kamu hanya memiliki uang saku dari orangtua, kamu harus belajar mengelolanya dengan baik. Bukan berarti kamu tidak bisa melakukan satu hal pun yang menyenangkan.Tapi usahakan jangan menghabiskan uang secara berlebihan. Siapa tau salah satunya bisa menjadi jalan untukmu menjadi sukses.

Comments are closed.